Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Di Pesta Pernikahanku, Calon Suamiku yang Miskin Sangat Mempermalukan” Keluargaku Tetapi Apa Yang Dia Lakukan Membuat Semua Tamu..Terkejut Melihatnya..




inta sejati tidak akan terlepas dari cintanya kepada papa dan mamanya… Tidak ada orangtua yang sempurna, hanya ada cinta yang menutupi ketidaksempurnaan tersebut.
Kami adalah murid sekelas sejurusan di kuliah kami. Calon suamiku sebenarnyar ganteng, cewek manapun pasti suka ma dia. Akan tetapi, tak pernah sekalipun kita lihat dia
berpacaran sampai – sampai kita mengira dia ini gay. Aku juga mengira seperti itu ketika aku menyatakan cinta dan ditolak olehnya. Satu malam ketika aku clubing, aku melihat dia bekerja sebagai bartender di sana. Tak aku perdulikan, aku minum sampai mabuk dan tanpa sadar aku menciumnya dengan paksa! Tapi sejak itu, dia menjauh dari aku dan aku gak seneng! Aku perintahkan orang – orang untuk memukul dia!
Aku kira hubungan kita akan berakhir sampai di sini, tetapi Tuhan malah mempertemukan kita kembali! Setelah kita lulus kuliah, aku bekerja di satu perusahaan yang lumayan terkenal di daerahku, dan aku bertemu dengan dia! Dia datang interview di perusahaan aku dan dia cukup kaget ketika melihat aku. Kita ngobrol dengan canggung, dan dia yang SalTing akhirnya langsung minta ijin untuk pergi interview.
Sore menjelang malam, aku telepon dia dan menanyakan bagaimana hasil interview. Dari suaranya, aku sudah tahu, dia gagal. Akhirnya aku mengundangnya makan malam dan dia meng-iya-kan ajakanku. Hari itu, kita ngobrol banyak sekali! Aku bahkan memberanikan diriku bertanya, kenapa kamu menghindar dari aku? 
Dia menjawab, dia sama sekali tidak membenci aku yang menyuruh orang memukul dia, bahkan dia menolak dia karena, dia berasal dari keluarga miskin. Dia gak mau kalau nanti mereka bersama, dia harus menderita karena kemiskinannya. Aku sedih mendengarkan penjelasan dia! KEJAMNYA AKU tidak mencoba mengerti kenapa dia sampai harus berjuang sekeras mungkin untuk mendukung ekonomi keluarganya! Sejak saat itulah, hubungan kita membaik dan semua masalah bisa kita saling ceritakan.
Beberapa tahun ini, kita saling mendukung satu sama lain, berjuang bersama, bahkan tak kita sadari, kita sudah berpacaran. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertemu dengan mamanya. Yang aku tahu mereka memang miskin, tapi tak pernah aku sangka, mamanya ternyata cacat. Orangtuaku tidak setuju dengan hubungan kami, aku jelaskan, hubungan ini adalah antara aku dengan calon suamiku, bukan dengan orang tuanya, tetapi apa daya, ortuku tidak mau dengar. Akhirnya kita pacaran Backstreet dan, aku hamil!
Saat aku hamil, mau tidak mau, ortuku akhirnya menyetujui hubungan kita dan mempersiapkan pernikahan kita. Masalah tidak berakhir di sini, mamaku bersikeras melarang calon suamiku untuk mendatangkan mamanya yang cacat ke pesta pernikahan kita. Alasannya adalah karena hari itu akan banyak orang penting yang akan datang dan mama gak mau kalau muka keluargaku hilang hanya karena tahu kalau mama calon suamiku cacat. Aku sudah berusaha membujuk mamaku, tetapi, dia adalah syarat terakhir agar ortuku merestui pernikahan kita, aku akhirnya mau gak mau memaksa calon suamiku untuk mengiyakan syarat ortuku.
Namun di hari pernikahanku, benar, mama suamiku tidak datang. Sampai ditengah pesta, suamiku tiba – tiba pergi keluar dan masuk dengan menggendong mamanya dan duduk di kursi suamiku. Dia naik ke panggung, dengan mic yang sengaja diperkeras, dengan gagah berani, dia berkata,”Hadirin sekalian yang terhormat, terima kasih sudah datang ke pesta pernikahan kami dan menjadi saksi cinta kami berdua. Namun yang terpenting, aku lebih berterimakasih kepada kedua orangtuaku, yang membesarkan aku hingga sekarang ini, mengajari aku bagaimana menjadi pria sejati. Mungkin hadirin sekalian heran, bagaimana dua orang cacat, bisa membesarkan anak yang tak pantang menyerah seperti ini, tapi, itulah perjuangan mereka berdua. Saat aku SMA, papa jatuh dari tempat dia bekerja sehingga pinggangnya terganggu. Namun demi aku, dia tidak menyerah, dia terus bekerja, hemat makan, demi aku aku sekolah. Mama pun tidak mau belanja apa – apa dan tidak mau menyembuhkan penyakitnya hanya demi kuliahku. Semua mereka hematkan, demi aku, yang mungkin tidak pintar, tidak kaya, tetapi harga diri keluargaku, aku pegang dengan utuh. Pesan terakhir dari alm papa adalah, aku harus menyenangkan mama bagaimana pun caranya, dan kejamkah aku kalau tidak mendatangkan mamaku di hari pernikahanku yang hanya seumur hidup sekali? Memiliki Ibu yang cacat tidaklah memalukan, lebih memalukan lagi jika aku tidak bisa menghargai orang yang menggunakan nyawa dan tubuhnya untuk masa depanku!”
Suamiku dengan air matanya, turun dari panggung, berlutut depan mamanya, dan mencium kaki mamanya sebanyak 3 kali tanda hormat dan cinta kepadanya. Standing Applause dari semua tamu meramaikan suasana dan di waktu yang sama, “menghitamkan” muka mamaku. Aku tahu, cara itu memalukan keluargaku, apalagi mama, tapi aku tahu, bersama dengan pria yang begitu mencintai keluarganya sendiri, aku akan mampu menghadapi rintangan masa depan yang tidak aku tahu, tapi aku gak takut, karena dia bersamaku.

Curahan Hati Seorang Wanita, “Suamiku Selingkuh Ketika Aku Sedang Hamil…”


Seperti yang lainnya, Norah ingin menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia. Siapa sangka bahwa suaminya selingkuh ketika ia sedang hamil.

Menikah dengan lelaki yang dicintai dan akhirnya hamil adalah hal yang diinginkan oleh Norah (bukan nama sebenarnya). Namun, keadaan berubah ketika ia mendapati bahwa suaminya selingkuh ketika ia sedang hamil.

Ia tidak mengatakan pada orang tuanya mengapa ia bercerai. Namun, ia membagi kisah ketegarannya menghadapi masa kehamilan dengan suami yang selingkuh, dan masa kelahiran ketika ia memutuskan untuk menjadi ibu tunggal untuk anaknya.

Berikut curahan hatinya:

Aku pernah punya pernikahan yang sempurna. Aku bertemu Adam setelah seorang teman telah memperkenalkan kita, segalanya berjalan dengan bahagia.

Kami pacaran selama 3 tahun sebelum akhirnya menikah. Aku hamil pada tahun pertama pernikahan kami.

Saat itulah dia mulai bertingkah. Rasanya keadaan jadi berbalik secara drastis.

Adam mulai sering pulang larut malam dengan alasan harus membawa klien untuk minum-minum.

Alasan yang diberikannya terdengar seperti trik kuno untuk mengelabuhi pasangan. Namun aku masih mempercayainya. Karena dia adalah… dia.

Dia adalah lelaku yang selalu jujur dan terbuka sejak pertama kalinya kita berkencan. Lelaki ini adalah pria yang sangat aku cintai. Ayah dari bayi yang belum lahir ini.

Kadang-kadang, dia mendapat telepon pada larut malam dari bos yang tinggal di luar negeri. Aku percaya padanya.

Dia mulai senang pergi dengan mobilnya setiap malam. Ketika aku memintanya untuk mengajakku bersamanya, dia menolak dan akan kembali beberapa jam kemudian.

Aku masih tidak meragukannya.

Pada satu hari, aku mengalami kram yang buruk di masa kehamilan bulan kedua. Aku harus naik taksi ke rumah sakit sendirian karena aku tidak berhasil menghubungi Adam.

Dia datang untuk menjengukku, tetapi akhirnya ia malah mengajakku bertengkar tentang betapa aku telah menjadi beban untuknya.

Bagaikan menyapu semua kotoran yang ada dan menyembunyikannya di bawah karpet, aku ingin semua kekacauan ini tampak baik-baik saja. Aku ingin melihat pernikahan kami bagai gelas kaca yang indah sewarna mawar.

Ini bukan waktu yang tepat untuk membahas kekurangan dalam pernikahan kami. Bagaimanapun, kami akan punya bayi.

Kami harus berusaha agar segalanya tetap berjalan lancar dan baik-baik saja.

Kehidupan seks kami juga telah terhenti. Dia berulang kali mengatakan kepadaku bahwa dia lelah dan terlalu stres karena pekerjaan.

Saat itu aku sedang berada di awal kehamilan dan yang aku baca, seks saat hamil muda masih aman. Sebagai ibu baru, aku juga konsultasi ke dokter kandungan juga, dia memberikan lampu hijau soal ini.

Aku telah berinisiatif untuk melakukan hubungan seks dengannya beberapa kali, tapi dia selalu menolak keinginanku.

Alasan nya adalah “Aku tidak ingin menyakiti bayi. Kok kamu bisa sih jadi terangsang pada saat seperti ini?”

Hal ini terjadi beberapa kali selama trimester pertamaku. Ditolak berulang kali akan membuat kita mendapatkan gambaran tentang apa yang terjadi.

Aku jadi sangat minder dengan perubahan tubuhku. Tapi, bukankah itu adalah bagian dari kehamilan?

Aku merasa terluka, tidak diinginkan, dan tidak dicintai.

Kemudian hari itu datang juga, aku sedang hamil 6 bulan. Sahabat perempuanku saat itu mengirim SMS bahwa ada hal mendesak yang harus ia tanyakan padaku.

Dia mengirimiku link Facebook dan bertanya apakah pria dalam gambar itu Adam. Dengan perut melilit, aku mengklik link tersebut.

Di sana, terlihat gambar Adam di sebuah album Facebook sebuah klub malam terkenal di Singapura. Ia sedang mencium perempuan lain, di bibir!

Adam, suamiku tukang selingkuh? Aku belum pernah melihat sisi tersebut. Aku melihat foto itu dengan lebih teliti. Wanita itu cantik, mempesona, dan sangat menarik.

Sedangkan, aku di sini… Sedang membulat bagai bola karena hamil. Aku benar-benar merasakan bahwa kepercayaan diriku menghilang tak bersisa dari tubuhku.

Tanda-tandanya memang ada, namun aku tak pernah berpikir bahwa ia berselingkuh dariku. Terutama pada saat kita baru saja memulai sebuah keluarga.

Selama ini aku hanya berpikir bahwa ia sedang super sibuk dan sedang bergumul dengan pekerjaannya yang menumpuk.

Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku meninggalkan dia? Bagaimana caranya aku membesarkan anak ini sendirian? Apa yang orang lain pikirkan nantinya? Semua pertanyaan mulai berhamburan dari pikiranku.

Rasanya ruangan di sekitarku berputar. Nafasku rasanya terhenti. Aku ambruk di lantai dan mulai berdarah. Saat terbangun, aku sedang berada di sebuah ranjang Rumah Sakit KK.

Di bawah terangnya lampu bangsal rumah sakit dan di tengah-tengah rasa pusing yang menderaku, aku melihat bahwa Adam ada di sana. Dia mendatangiku, dan mencari tahu apa yang menyebabkan ini semua terjadi, apa yang sedang terjadi di rumah.

Aku benar-benar hilang akal. Aku tunjukkan sebuah foto dari ponselku dan meminta penjelasannya.

Wajahnya langsung muram. Dia tidak mengelak. Dia mengakui bahwa ia memang berselingkuh.

Ia menjelaskan bahwa perselingkuhannya sudah berjalan selama satu tahun. Nama perempuan itu Kelly, seorang model asal Thailand.

Mereka bertemu di sebuah klub dan dia tidak menyangka bahwa keramahtamahan biasa akan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam dan berbahaya.

Dia menyalahkan aku karena tidak menjadi wanita yang sama setelah kami menikah. Temperamenku mudah berubah dan sikapku juga “tidak menyenangkan” padanya sehingga ia memutuskan untuk pergi.

Rupanya aku membuatnya merasa terkekang, bahkan dari sebelum masa kehamilan.

“Aku ini sedang hamil! Apa yang kamu harapkan dariku? Tidak memiliki perubahan suasana hati? Bersikap baik sepanjang waktu?” tanyaku dengan sangat frustasi.

Aku merasa sedang berhadapan dengan seorang anak-anak. Betapa tidak dewasanya ia.

Apakah ia berpikir bahwa hidup yang kita jalani akan sama setelah kedatangan bayi? Makin jelas bahwa ia tidak siap menjalani kehidupan sebagai orang tua.

Dengan gampangnya ia mengambil jalan yang mudah dan mengejar perempuan lain sebagai solusi atas permasalahannya. Tidak ada satupun pikirannya yang masuk akal bagiku.

Dia mengatakan bagaimana ia mulai jatuh cinta padanya. Karena ia ‘tidak rumit’ dan ‘sangat menarik’ sehingga ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

Dia juga menyadari bahwa ternyata ia tidak siap untuk menjadi seorang ayah.

Responku padanya saat itu, “Kamu tidak siap untuk menjadi seorang lelaki.”

Aku tidak ingin tahu detil bagaimana “hubungan” mereka. Yang aku pedulikan selanjutnya adalah apa yang harus aku lakukan selanjutnya.

Aku tidak pernah berencana untuk membesarkan anak ini sendirian. Segalanya tiba-tiba berubah dalam hitungan menit.

Apakah aku punya rencana cadangan? Tentu saja tidak. Calon ibu macam apa yang akan berpikir bahwa ia harus menyambut bayinya sendirian tanpa suaminya?

Aku punya banyak pertanyaan…

Apakah aku mampu secara finansial untuk membiayai anakku? Harus tinggal di mana kami? Apakah aku harus melahirkan bayi ini sendirian?

Siapa yang akan membantu persalinanku? Apa yang akan orang katakan pada anakku karena ia “tak punya ayah”? Bagaimana caranya aku menguatkan diri secara emosional untuk menghadapi ini?

Sial, kenapa sih dia harus berubah menjadi brengsek seperti itu dan menghancurkan semua yang telah kami bangun?

Semua mimpi tentang gambaran mengasuh anak, mendaftarkan bayi untuk ikut kelas berenang, belanja kebutuhan bayi…

Mengapa dia menjanjikan sesuatu ketika ia justru ingin mengakhirinya?

Pada malam yang sama, setelah aku keluar dari rumah sakit (untunglah pendarahanku tidak serius), aku segera pindah ke rumah orang tuaku. Aku mengatakan pada mereka bahwa aku membutuhkan seseorang untuk merawatku karena Adam tidak tahu cara merawat seseorang agar bugar kembali.

Aku harus jadi kuat demi bayiku. Aku tidak mengatakan pada orang tuaku bahwa pernikahanku selesai. Aku pikir mereka tidak akan dapat mengatasi stres yang ditimbulkan karena ini.

Adikku mengemas barang-barangku dan membawanya untukku. Aku mengatakan padanya segalanya. Dia bertanya apakah aku benar-benar menginginkan perceraian.

Dia mengatakan padaku bahwa tidak akan menyenangkan bagi seorang anak untuk tumbuh tanpa ayahnya. Aku juga harus siap menghadapi apa kata orang kepada bayi lelakiku ini. Dia juga bertanya apakah aku cukup kuat untuk ini semua.

Tentu saja aku ingin yang terbaik untuk anakku, aku tidak ingin dia tumbuh tanpa seorang ayah. Tapi rasa sakit yang ditimbulkan jika aku harus serumah dengan seseorang yang berselingkuh telah berada di luar kemampuanku untuk mengatasinya.

Aku tidak akan pernah bisa melihat Adam dengan cara yang sama lagi. Aku harus membuat keputusan yang tepat bagi kami semua..

Aku memutuskan untuk bercerai dari Adam dan ini membuatnya marah. Dia mulai melecehkan aku dan mengirimiku pesan teks berupa ancaman.

Aku mencoba untuk mengabaikan pesannya, tapi harus aku akui bahwa itu tidaklah mudah. Aku menangis sampai tertidur setiap hari. Aku juga khawatir bahwa ini semua akan berdampak kepada bayiku.

Orang tuaku tidak pernah tahu alasan sebenarnya mengapa kami bercerai. Mereka juga tidak pernah menyelidikinya secara mendalam.

Saran dari ayahku adalah:

Anakmu membutuhkanmu, sayangku. Jangan meratapi masa lalu. Itu akan membuatmu makin sedih.

Aku tahu bahwa keputusan ini berat, tak peduli apapun alasanmu untuk meninggalkan Adam. Tapi kamu harus mengutamakan hal yang terbaik untuk bayi ini.

Adam adalah seseorang di masa lalumu, ia mungkin bukanlah masa depanmu. Anakmulah masa depanmu.

Anakku Greg sekarang berusia 1,5 tahun dan merupakan bagian dari kebahagiaan yang ada di rumah kami. Dia adalah anak yang ceria dan dihujani oleh banyak cinta.

Aku tidak tahu bagaimana masa depan akan membawa kami, tapi aku tahu bahwa aku melakukan banyak hal yang lebih baik sekarang. Memilikinya di sisiku adalah hadiah terbaik dari dunia untukku.

Selalu ada saja masa sulit, aku sangat tertekan saat itu. Ketika baru saja melahirkan dan menjalani peran sebagai ibu baru.

Tapi memiliki keluarga yang mendukung dan mencintaiku, ditambah dengan teman-teman yang luar biasa telah membawa banyak perbedaan untukku. Karena itulah, aku amat sangat bersyukur.
Menjadi seorang calon ayah bukanlah sebuah pembenaran atas perilaku buruk hanya karena istrinya hamil dan “jadi tidak sama lagi”. Mereka harus menyadari bahwa perempuan mengalami perubahan fisik dan emosial selama kehamilan.

Hanya butuh sedikit pengertian di antara keduanya agar dapat menjalani pernikahan yang awet. Semoga Norah dan anaknya, Greg, dapat menjalani ini semua dengan penuh ketegaran dan kebahagiaan.


Surat ini sebelumnya dimuat di The Asian Parents Singapura.

Ini Alasan Wanita Tergoda Selingkuh


Para suami yang malas bantu-bantu istri mengurus pekerjaan rumah tangga, sebaiknya segeralah meninggalkan kebiasaan itu. Survei di Perancis menemukan, alasan wanita berselingkuh karena suami malas mengerjakan tugas rumah tangga.
Sebuah poling terharap 10 ribu wanita mengungkapkan, 73 persen yang tergerak untuk selingkuh karena pasangannya terlalu sedikit membantu pekerjaan rumah tangga.
Survei tersebut dilakukan oleh Gleedon, situs kencan untuk orang yang sudah punya pasangan tetap. Pelanggan wanita menjawab survei tersebut.
Poling itu diluncurkan untuk mengidentifikasi alasan utama wanita di situs itu yang tergoda untuk tidak setia.
Hampir sembilan dari sepuluh responden mengatakan, mereka terganggu oleh kurangnya bantuan saat melakukan pekerjaan rumah tangga. Sementara 84 persen menyebutkan kurangnya bantuan tugas rumah tangga itu memicu pertengkaran.
Hasil survei ini perlu diwaspadai pria kulit putih yang ditemukan paling malas mengangkat badan untuk pekerjaan rumah tangga. Sedangkan, pria kulit hitam Karibia cenderung mau berbagi tugas rumah tangga.
Berita ini muncul setelah peneliti dari University of Michigan menemukan para suami menciptakan waktu ekstra tujuh jam untuk pekerjaan rumah tangga seminggu dan tetap istri yang melaksanakannya.

Inilah Zodiak yang Berpeluang Tinggi Selingkuh


Sebuah survei dari situs kencan OpenMinded.com menemukan bahwa Capricorn adalah zodiak yang mudah mendua.

Selain itu, daftar zodiak yang juga mudah selingkuh adalah Taurus, Aquarius, Cancer, dan Gemini.

Scorpio, Libra, Virgo, dan Leo juga rangkaian zodiak yang kurang berminat dalam hubungan terbuka atau populer disebut open relationship.

Kemudian, Sagitarius adalah zodiak yang setia dan sama sekali tidak tertarik pada hubungan non-monogami.  

Survei menjelaskan bahwa Capricorn dikenal karena memiliki daya intelegensia yang tinggi, bijak, kritis, dan intuitif.

Menurut astrolog, Mecca Woods dari MyLifeCreated.com, karakter Capricorn yang ambisius dalam berkarier dan akademis membuat mereka lebih nyaman menjalani hubungan tanpa status.

BACA JUGA :

Woods mengatakan bahwa Capricorn sangat detail, rapi, tepat waktu, dan bertanggung jawab.

Jadi, hubungan tanpa status dan memiliki pasangan lebih dari satu merupakan hal yang menyenangkan untuk Capricorn.

Penulis: Kontributor Female, Agustina
Editor: Syafrina Syaaf
Sumber: bustle.com,

Minta Putus Karena Pacarnya Miskin Namun Wanita ini Langsung Menyesal Saat Makan Malam Terakhir!! #Sedih Bacanya

Materialistis dan realistis kadangkala memang seringkali menjadi salah satu syarat mencari pasangan.
Kisah cinta di bawah ini mungkin akan mengingatkan kita akan cinta yang sebenarnya itu tidak diukur dari kekayaan materi yang kita miliki.
Dilansir dari potal berita Stomp, Sabtu (7/5/2016), seorang netizen menceritakan kisahnya di sebuah forum internet.
Ia mengatakan pacarnya dulu adalah seorang wanita yang polos dan menyenangkan.
Keduanya berbahagia walau hanya melakukan hal-hal yang sederhana.
Namun setengah tahun terakhir ini pacarnya menjadi terlalu perduli akan materi, bahkan menolak untuk dibawa makan di warung dan akhirnya minta putus.
Pria ini pun menyetujui namun ia mengajak pacarnya untuk kencan terakhir kalinya sebelum mereka putus dan berjanji kali ini akan mengajaknya makan enak
Sebenarnya, pria ini memiliki latar belakang yang sangat baik. Keluarganya kaya raya, namun dia tidak pernah membiarkan teman – teman dan pacarnya mengetahui hal ini.
Sehingga semua orang beranggapan ia datang dari keluarga sederhana dan bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.
Orang tua pria ini juga setuju akan pandangan putranya yang ingin hidup mandiri dan bekerja seperti selayaknya pemuda seusianya.
Jadi, walaupun ia seharusnya sama sekali tidak perlu bekerja keras untuk hidup mewah, namun ia tetap menyukai hidup sebagai pegawai kecil yang penuh pencapaian.
Suatu kali, ia mengenal pacarnya ini, waktu itu pacarnya sangatlah polos dan lugu, mereka pun saling jatuh cinta.
Masa-masa awal pacaran mereka sangatlah bahagia, mereka senang melakukan hal-hal sederhana yang tidak perlu uang banyak dan ini pun menyenangkan bagi keduanya.
Mereka terbiasa untuk makan di pinggiran jalan karena merasa murah dan enak. Walau kadang mereka pergi menonton bioskop, namun mereka tidak hidup mewah atau berfoya-foya, pria ini pun tidak pernah membiarkan pacarnya tahu keadaan keluarganya, karena ia merasa hidupnya sekarang sudah bahagia.
Kira-kira setengah tahun yang lalu, pacarnya mulai berubah dan terus mengeluh mengapa teman-temannya selalu mendapatkan hadiah benda-benda bermerek dari pacar mereka dan makan di restoran mewah, sedangkan mereka hidup dengan sangat sederhana.
Karena berbeda pandangan inilah mereka akhirnya sering bertengkar dan pacarnya akhirnya mengajukan untuk mengakhiri hubungan.
Namun pria ini tahu, penyebab dari putusnya hubungan ini adalah pacarnya yang merasa dirinya tidak mampu memberikan hidup yang dia inginkan.
Walaupun merasa sakit hati dan kehilangan pacar yang polos dan baik hati dulu, namun ia pun ingin mengajarkan pada pacarnya ini bahwa kekayaan bukanlah segalanya.
Apa yang pacarnya lakukan ini hanyalah membuktikan bahwa pacarnya tidak mencintai dirinya, melainkan materi yang dia miliki saja.
Akhirnya pria ini berjanji untuk memberikan makan malam terakhir yang mewah sebelum mereka putus dan wanita ini pun menyetujuinya.
Malam itu, pria ini membawa mobil BMW milik keluarganya dan mengenakan jas yang sangat rapi untuk menjemput pacarnya.
Pacarnya sangat kaget melihat semua hal ini, namun pria ini hanya merasa sakit hati, ternyata segala hal kecil yang ia korbankan untuk pacarnya tidak sebanding dengan semua “kekayaan” ini.
Ia pun membawa pacarnya pulang ke rumah dan mengenalkannya pada orangtuanya. Kemudian pria ini berkata pada papa mamanya, “Pa, ma, ini adalah teman baik saya.” Senyuman di wajah pacarnya pun perlahan menghilang.
Selanjutnya mereka pun pergi makan ke restoran mewah. Kemudian ketika pria ini mengantar pacarnya pulang, pacarnya berkata, “Maaf, aku gak tahu”. Namun pria ini hanya menjawab dengan dingin, “Gakpapa, aku ga bisa kasih kehidupan yang kamu mau.”
Terakhir pria ini berkata kepada pacarnya, “Untung aku nggak pernah kasih tahu kamu soal keluarga aku yah..” kemudian ia menyetir pulang.

BACA JUGA : 
Inilah Zodiak yang Berpeluang Tinggi Selingkuh
Walaupun kita tidak bisa hidup tanpa uang, namun uang itu memang bukan segalanya sobat cerminan! Jangan sampai kita kehilangan seseorang yang kita sayangi hanya karena uang ya! Jangan Lupa Sebarkan Yaaaa …

Batas Kesabaran Adalah Diam, Meski Banyak Luka Bersemayam


Seperti yang kita tahu, berlaku sabar merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Meski sangat sulit, bukan berarti sabar tidak bisa dilakukan lho ya. Sesulit apapun kita untuk berlaku sabar, menerima kenyataan dengan ikhlas dan senantiasa berpikir tenang, semua itu tetap bisa kita lakukan selama kita yakin bahwa kita bisa melakukannya. Sadar atau tidak, sabar merupakan suatu hal dan keadaan yang bisa kita miliki kapan pun, di manapun dan saat kita bersama siapapun. 

Seberat apapun cobaan yang kita terima, sesakit apapun luka yang kita rasakan, pastikan untuk senantiasa sabar dan jangan pernah merasa geram apalagi dendam. Memang, sabar juga ada batasnya. Tapi, bukan berarti batas kesabaran adalah saat dimana kita juga akan menyakiti dan melukai orang lain yang telah menyakiti atau melukai kita. Bukan berarti batas kesabaran adalah di mana kita meluapkan emosi kita dan hilang kendali dalam tetap berlemah lembut serta bersopan santun. Batas dari kesabaran yang sebenarnya adalah diam Ladies. Tapi, bukan berarti diam yang tanpa usaha dan tanpa doa ya. 

Diam Mengajarkan Kita Untuk Lebih Fokus dan Tenang Dalam Menyelesaikan Masalah
Berusaha untuk tetap tenang, nyaman dan diam saat menerima kenyataan pahit atau luka mendalam bukan berarti bahwa kita sedang kalah atau pun sedang lemah. Di balik sikap diam karena terluka, kita juga tetap disarankan untuk senantiasa berpikir positif dan fokus. Kita juga senantiasa disarankan untuk bisa merenungkan apa yang telah terjadi dan melukai kita serta bagaimana cara untuk mengobatinya tanpa membuat luka tersebut kembali menganga.


Sikap diam sebagai batas kesabaran adalah saat di mana kita juga harus lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta dan meminta yang terbaik darinya. Semakin kita bisa lebih dekat dengan sang pencipta, dipastikan bahwa kita akan semakin tahu apa itu sabar yang sebenarnya.

Tak Hanya Menenangkan Jiwa, Sikap Sabar Juga Menyehatkan Raga
Bersikap sabar tak hanya membuat jiwa menjadi lebih tenang, lebih nyaman dan menerima segala keadaan yang ada. Sabar, juga telah menjadi salah satu hal yang bisa membuat raga menjadi lebih sehat dan terjaga. Sabar juga akan senantiasa membuat setiap orang merasa bahagia dan bersyukur dengan apapun keadaannya. 

Selama ini, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa sikap sabar adalah sikap yang begitu baik. Ia adalah salah satu sikap yang bisa menjaga kesehatan jiwa maupun raga setiap orang. Orang-orang yang senantiasa bersabar namun tak pernah putus asa dalam berusaha, mereka lebih cenderung bermental kuat, bijaksana dan menyenangkan di hadapan siapapun. Orang-orang yang sabar juga akan senantiasa dianugerahi tubuh yang kuat serta jauh dari berbagai masalah kesehatan. 

Segala Ujian Hanya Sementara, Lepas Dari Itu Pastilah Muncul Rasa Bahagia
Yakinlah bahwa segala ujian yang ada hanyalah sementara. Percaya bahwa Tuhan tak akan membiarkanmu terluka dan merasa sakit terlalu lama. Kalau pun kamu merasa kamu sangat terluka dan tersakiti, itu hanya perasaanmu saja. Selama kamu mau lapang dada dan ikhlas dalam menerima segala hal yang kamu alami, perlahan perasaan terluka dan kecewa tersebut akan berkurang. Tak hanya berkurang, perasaan terluka dan kecewa tersebut kemungkinan besar juga akan berubah menjadi lebih nyaman, tenang serta bahagia. 

Saat kita merasa sangat terluka, jangan sampai hal ini membuat kita kehilangan kendali lantas menyakiti orang-orang di sekitar kita atau menunjukkan kemarahan kita. Saat ada seseorang yang melukai kita sementara kita menanggapinya dengan kemarahan, sadar atau tidak orang tersebut justru akan semakin bahagia melihat kita menderita. Hadapi segala luka yang ada dengan senyuman. Meski sangat berat untuk menunjukkan senyum yang ikhlas dan tulus dari hati, setidaknya senyum tersebut akan tetap membuat kita terlihat lebih baik. Kita pun perlahan akan semakin bahagia. 

Jadikan sebuah luka yang ada sebagai pelajaran berharga dan pastikan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama agar luka ini tak kembali muncul menyerang kita. Well Ladies, pastikan untuk senantiasa menjadi pribadi yang sabar dan tak mudah tersulut api amarah. Percaya atau tidak, sabar adalah sikap yang begitu indah, sikap yang menjamin ketenangan juga kebahagiaan untuk kita.

Vemale.com

5 Manfaat Menggenggam Tangan Pasangan Saat Akan Tidur, Ternyata Sangat Luar Biasa

Memang sudah seharusnya, suami istri meluangkan waktu bersama. Tetapi, seringkali mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Sehingga, melupakan pentingnya menjalin komunikasi yang baik dalam mengurusi kepentingan bersama.



Nah, waktu yang paling tepat untuk membangun kedekatan antara suami dan istri ialah ketika tidur. Ya, pada saat itu suami dan istri berada pada satu tempat yang sama dengan jarak yang dekat. Sehingga, kedekatan emosional di antara mereka akan terjalin.
Pada saat ini, alangkah lebih baik, ketika akan tidur Anda menggenggam tangan pasangan Anda. Apalagi setelah menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas sehari-hari. Mengapa? Sebab, Anda akan memperoleh manfaat yang luar biasa. Apa sajakah itu?
Dilansir dalam infoyunik.com bahwa menggenggam tangan pasangan ketika akan tidur memiliki empat manfaat.

1. Menimbulkan Kenyamanan yang Luar Biasa

Perasaan yang akan ditimbulkan dari memegang tangan ini adalah perasaan yang nyaman luar biasa. Saat pasangan saling mencari tangan yang bisa digenggam, maka perasaannya akan sangat luar biasa. Hal ini biasanya bisa menjadi penghilang perasaan galau atau rasa tidak enak yang selama ini dirasakan mereka. Genggaman tangan ini dapat menumbuhkan perasaan saling menenangkan.

2. Melenyapkan Kemarahan

Menggenggam tangan pasangan juga bisa melenyapkan perasaan marah yang mungkin terjadi dari siang. Menerima tangan atau memberikan tangan untuk digenggam bisa menjadi tanda saling memaafkan terhadap apa yang sudah terjadi pada hari itu. Hal ini akan membuat efek yang luar biasa bagi ketentraman rumah tangga.

3. Membawa Kesan; Jika Pemilikan Itu Ada

Jika sudah memasuki usia pernikahan yang lama, maka butuh kepastian jika pasangannya memang benar ‘miliknya’ dan ada digenggamannya. Efek ini juga yang bisa dirasakan ketika menggenggam tangan pasangan ketika akan tidur.

4. Menumbuhkan Kasih dan Cinta ‘yang Baru’

Perubahan baru yang belum pernah terjadi pada pasangan yang selama ini tidak pernah menggenggam tangan sesaat akan tidur, akan memberi efek luar biasa. Karena melakukan hal baru dan sangat menyenangkan, yang akhirnya seperti menumbuhkan cinta baru, semangat baru.

5.Jangan ragu untuk memberikan kebahagiaan kepada pasangan Anda dengan perubahan baru ini.

Tentunya Anda tidak boleh ragu atau malu dengan kebiasaan baik lagi halal, jika itu akan membuat warna indah bagi keharmonisan rumah tangga. []

Sumber: InspiraData